Jumat, 04 November 2011

Pengertian Efektivitas

2.1 Pengertian Efektivitas
Efektivitas memiliki arti berhasil atau tepat guna. Efektif merupakan
kata dasar, sementara kata sifat dari efektif adalah efektivitas. Menurut
Effendy (1989) mendefinisikan efektivitas sebagai berikut: ”Komunikasi
yang prosesnya mencapai tujuan yang direncanakan sesuai dengan biaya
yang dianggarkan, waktu yang ditetapkan dan jumlah personil yang
ditentukan” (Effendy, 1989:14). Adapun pengertian efektivitas menurut
Hadayaningrat dalam buku Azas-azas Organisasi Manajemen adalah
sebagai berikut: “ Efektivitas adalah pengukuran dalam arti tercapainya
sasaran atau tujuan yang telah ditentukan sebelumnya” (Handayaningrat,
1995:16). Adapun pengertian efektivitas menurut Hadayaningrat dalam
buku Azas-azas Organisasi Manajemen adalah sebagai berikut; “
Efektivitas adalah pengukuran dalam arti tercapainya sasaran atau tujuan
yang telah ditentukan sebelumnya” (Handayaningrat, 1995:16). Menurut
Handayaningrat efektifitas merupakan sebuah pengukuran dimana suatu
target telah tercapai sesuai dengan apa yang telah direncanakan.
Menurut Susanto, “Efektivitas merupakan daya pesan untuk
mempengaruhi atau tingkat kemampuan pesan-pesan untuk
mempengaruhi” (Susanto, 1975:156). Dengan demikian efektivitas bisa
diartikan sebagai suatu pengukuran akan tercapainya tujuan yang telah
direncanakan sebelumnya secara matang.
23
Dari pengertian-pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa
efektivitas merupakan ukuran yang menunjukkan seberapa jauh program
atau kegiatan mencapai hasil dan manfaat yang diharapkan.
Pendapat Arens and Lorlbecke yang diterjemahkan oleh Amir
Abadi Jusuf dalam bukunya Auditing Pendekatan Terpadu, mendefinisikan
efektivitas sebagai berikut: “Efektivitas mengacu kepada pencapaian
suatu tujuan, sedangkan efisiensi mengacu kepada sumber daya yang
digunakan untuk mencapai tujuan itu” (Dalam Jusuf, 1999:765).
Sehubungan dengan yang dikemukakan di atas, maka efektivitas
merupakan pengukuran dalam arti tercapainya sasaran atau tujuan yang
telah ditentukan sebelumnya. Hal yang sama juga dikemukakan oleh
Supriyono dalam bukunya Sistem Pengendalian Manajemen
mendefinisikan pengertian efektivitas, sebagai berikut:
“Efektivitas merupakan hubungan antara keluaran suatu pusat
tanggung jawab dengan sasaran yang mesti dicapai, semakin
besar konstribusi daripada keluaran yang dihasilkan terhadap nilai
pencapaian sasaran tersebut, maka dapat dikatakan efektif pula
unit tersebut” (Supriyono, 2000:29).
Oleh karena itu, dapat dijelaskan bahwa efektivitas merupakan
hubungan keluaran tanggung jawab dengan sasaran yang harus di capai.
Semakin besar keluaran yang dihasilkan dari sasaran yang akan dicapai
maka dapat dikatakan efektif dan efisien. Suatu tindakan yang
mengandung pengertian mengenai terjadinya suatu efek atau akibat yang
dikehendaki dan menekankan pada hasil atau efeknya dalam pencapaian
tujuan.
Efektivitas umumnya selalu berhubungan dan dipadukan dengan
24
efisiensi yang merupakan suatu kegiatan dalam pencapaian tujuan
organisasi. Unit organisasi yang efisien belum tentu efektif, karena
meskipun unit tersebut menghasilkan sejumlah keluaran dengan
menggunakan masukan yang minimal atau menghasilkan keluaran
terbanyak belum tentu tujuan organisasi yang maksimal, sehingga unit
tersebut menjadi kurang efektif atau dengan kata lain efektivitasnya
kurang memadai. Efektivitas merupakan gambaran tingkat keberhasilan
atau keunggulan dalam mencapai sasaran yang telah ditetapkan dan
adanya keterikatan antara nilai-nilai yang bervariasi.
Efektivitas akan berkaitan dengan kepentingan orang banyak,
seperti yang dikemukakan H. Emerson yang dikutip Soewarno
Handayaningrat dalam bukunya Sistem Birokrasi Pemerintah, sebagai
berikut:
“Efektivitas merupakan penilaian hasil pengukuran dalam arti
tercapainya tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Efektivitas
perlu diperhatikan sebab mempunyai efek yang besar terhadap
kepentingan orang banyak” (Dalam Handayaningrat, 1985:16).
Pendapat para ahli di atas dapat dijelaskan, bahwa efektivitas
merupakan usaha pencapaian sasaran yang dikehendaki (sesuai dengan
harapan) yang ditujukan kepada orang banyak dan dapat dirasakan oleh
kelompok sasaran yaitu masyarakat. Hal ini sejalan dengan pendapat
James L. Gibson yang dikutip oleh Agung Kurniawan dalam bukunya
Transformasi Pelayanan Publik mengatakan mengenai ukuran efektivitas,
sebagai berikut:
1. Kejelasan tujuan yang hendak dicapai;
2. Kejelasan strategi pencapaian tujuan;
3. Proses analisis dan perumusan kebijaksanaan yang mantap;
25
4. Perencanaan yang matang;
5. Penyusunan program yang tepat;
6. Tersedianaya sarana dan prasarana;
7. Sistem pengawasan dan pengendalian yang bersifat mendidik.
(Dalam Kurniawan, 2005:107).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar